About

Hallo pembaca! Nama aku Zhivana, aku sekarang kelas IX.I di SMPN 4 Tangsel. Kami di tugaskan untuk membuat Blog, jadi yang ada disini sepenuhnya untuk tugas sekolah. Selamat membaca~

Kamis, 30 Oktober 2025

Langkah-Langkah Merubah Template Blog

Berikut langkah-langkahnya (dari yang saya lakukan)

1. Cari template gratis di internet (website)
     Aku pakai website BTemplate.

2. Pilih yang kamu suka!
    Kamu harus pilih yang benar-benar  menarik diri kamu.

3. Download template yang sudah kamu pilih.

4. Buka File Manager untuk merubah file tersebut menjadi ekstrak. 

5. Buka halaman Blog kamu, dan klick icon tiga garis, pilih yang theme/tema.

6. Di tema, kalian klick icon panag kebawah dan pilih pulihkan.

7. Masukan file ekstrak tadi dan sudha deh templatenya sudha terpasang!

Terimakasih!!

VLOG


 Hallo, ini video vlog aku, selamat menonton

Sabtu, 25 Oktober 2025

KOMIKINFORMATIKA : BAB 6 ANALISIS DATA

 

Hallo, ini adalah komik terkahir ku untuk tugas membuat komik, semoga suka, ya!


Perusahaan yang Jane kerja, menerima Design boneka jelek buatan-nya, karena sekarang sedang trending "Ugly Doll"  

Pernah dengar? Boneka jelek namun di lihat lucu. Perusahaan Boneka.Ugly melihat dari data penjualan bulanan, hasil dari penjualan menunjukkan Boneka Monster dapat menandingi penjualan boneka Kucing berwarna merah. Dengan hal tersebut, perusahaan memproduksi masal boneka jelek itu, untuk memenuhi permintaan klien. 


Kita jadi tahu, analisis data dapat di ambil dari penjualan(contoh) ataupun permintaan tertinggi.

KOMIKINFORMATIKA : BAB 5 JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET


 Hallo-Hallo! Ini komik anjutkan dari bab 4. Semoga suka.


Bayangin kalian udah capek-capek bikin laporan yang deadline-nya hari itu juga, stress bukan? Bikinnya di harus di kampus pula! Udah harus buru-buru, eh pas mau kirim laporan, sinyal-nya putus!?!!! Ah, untung ada temen satu jurusan mu yang paling gondrong di kelas. Eh, pas minta, password-nya sepanjang tulisan di Word mu! Bahkan lebih.. 


KOMIKINFORMATIKA: BAB 4 TENTANG SISTEM KOMPUTER


 Hallo, selamat siang. Untuk memenuhi tugas Informatika, kami di minta untuk membuat komik, semoga suka ya.

Di komik yang sudah ku buat menceritakan tentang dua sahabat yang memiliki permasalahan yang berbeda saat menggunakan barang elektronik. Kita sebut di Hijau dan Pink. Si pink adalah pengguna elektronik yang aktif, namun ia selalu mengingatkan dirinya untuk menggunakan kacamata radiasi dan tidak membawa barang yang mungkin bisa membuat konslet(kesetrum) di dekat barang elektronik. Sedangkan si hijau kebalikannya. Sama-sama aktif menggunakan barang elektronik untuk kesehariannya. Namun ia tidak memerhatikan aturan kecil, seperti membawa botol dingin dekat kabel/laptop itu sendiri, menyalakan barang elektronik 24 jam, langsung menekan tombol off — akan lebih baik jika kita shut down ya!

Terimakasih telah membaca! 


Minggu, 12 Oktober 2025

Cerita Sepulang Sekolah

 Kalau pulang sekolah, sore mulu! Tapi itu malah jadi pengingat masa-masa aku saaat masih seorang pelajar yang mencari ilmu. Dengan pembuatan blog ini, aku mau membagikan beberapa cerita yang pernah aku alami sepulang sekolah.



    Mas-mas Gojek yang Baik Hati.
Gojek adalah aplikasi yang menyediakan layanan jasa, terutama yang berbasis transportasi atau on-demand. Kalian pasti tidak asing dengan Gojek, selain mereka menyediakan jasa transportasi mereka juga sala satu perusahaan yang membuka lapangan kerja terbanyak di Indonesia. Semenjak kehadirannya di tahun 2010. Namun yang kalian tahu, hal kurang mengeenakan di akhir bulan Agustus kemarin membuat luka yang cukup dalam untuk komunitas Gojek Indonesia. Seorang Drivel Ojek Online, Affan Kurniawan yang dilaporkan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam kericuhan demo di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, 28 Agustust 2025. Pihak kepolisian Metro Jaya menyampaikan duka cita dan menyatakan akan menanggung biaya yang berkaitan dengan rumah sakit dan telah di lakukan proses hukum. Dengan hasil pengadilan Kompol Kosmas Kaju Gae (Kompol Kosmas) Di pecat tidak hormat atas keterlibatannya dalam peristiwa tersebut dan Bripka Rohmat, yang bertugas sebagai sopir rantis Brimob yang melindas Affan, tidak dipecat tetapi dikenai sanksi demosi 7 tahun oleh Polri. Semoga Almarhum Affan Kurniawan dan seluruh keluarga besar di berikan kesabaran, InsyaAllah dia termasuk syuhada.

    Sudah meweknya, aku ceritain punya ku. Pas kelas 7, aku ada tugas seni budaya yang mengharuskanku untuk membawa gitar. Hari itu adalah hari kamis, aku pulang lebih lama dari kakakku karena ada eskul dan untuk latihan gitar. Udah jam setengah lima, masih di sekitaran lingkungan sekolah. Ibu ku hari itu lagi WFH jadi bisa jemput aku. Pakai motor, kami jalan lumayan lama. Tapi kami merasa yang aneh dan saat di kami sampai suatu gang. Motor bunda ku beneran mati! MATI TOTAL! 
    Aku turun dari motor, asal kalian tahu ya, aku pake tas ransel terus tambahlagi tas gitar yang gede banget. Berat banget itu pundak, jadi aku lepas sambil nunggu ibu ku manasin motor. Gak jauh dari tempat motor ibu ku berhenti, ada mas-mas gojek lagi nunggu di depan pager, kayaknya dia mau ngambil barang. Ibu ku coba terus manasin motor tapi gak berhasil, di situ aku udah mikir, apa aku pulang jalan kaki aja ya? Tapi kan masih 2 km lagi. Gak lama  mas-mas gojek itu udah dapet pesenannya dan dia balik ke motornya. Dia mungking melihat kami yang kesulitan nyalain motor, tiba-tiba beliau menghampiri kami dengan wajah tanpa lelah. "Motornya mati ya bu? Sini saya bantu" Ibu saya awalnya ragu dan sudah menyerah kalau harus mendorong motot sampai rumah, namun saat mas-mas ojol itu menawarkan pertolongan, ibu saya mengiakannya dengan pasrah. Gerak-geriknya kayak orang yang sudah mahir dengan otomotif, beliau langsung membuka bagian depan motor ibu saya dengan sekrup yang ada di motor (bawah jok) dan menunjukan bagian kecil yang sedikit kasar. 
    Sambil membongkar motor ibu saya, ia bercerita, bahwasannya ia adalah benar seorang yang lulus dari teknik otomotif dan kini akan mengambil S2, ia bekerja di perusahaan yang membuat motor&mobil dan sempat punya bengkel. Kini beliau mengambil pekerjaan drivel ojok online untuk mengisi waktu luang (sore hari) Ia biasanya mengantarkan pesanan frozen food jualan mertuanya (rumah yang tadi adalah rumah mertuanya) Ia berbalik dan masuk ke dalam rumah untuk mengambil las dan me-las komponen kecil tersebut. Sambil ia melakukannya, kami sempat berbicara dengan nenek dan kakek, mereka bilang ia adalah menantu yang berhati besar. Aku hanya mendengarkannya. Setelah motor bunda ku berhasil hidup kembali, aku inisiatif mengambil sisa uang jajan ku yang saat itu 20rb(dari seminggu sekolah) Dengan di tambah 10rb uang Ibuku. Pemberian kami mungkin sedikit, namun layanan dan jasa mas-mas gojek saat itu sangat membantu kami.

    Oh ya, saat bulan ramadhan, setelah aku dan keluarga sudah balik pulang kampung, ibuku menghampiri rumah itu dan membagikan oleh-oleh yogyakarta kepada mereka atas bentuk terimaksih sudah menolong kami beberapa bulan sebelumnya.

Kamis, 09 Oktober 2025

Kisah Gadis dengan Kaktus Berbunga

     "Aku tidak pernah melihat sesuatu seperti ini secara langsung. Tajam, menusuk, menyakitkan. Tubuh utamamu meliuk-liuk, kian hari aku melihatmu berkembang dan bermekaran riang. Apa barusan kau memanggil nama ku?"


    "Gimana kalau kita pergi dari kota ini?" Pikir gadis itu sebelum memulai kehidupan barunya di sebuah kota kecil, tempatnya tidak jauh dari perkotaan yang ramai. Ia di sambut baik oleh warga setempat. Tinggal di kota yang masih membudidayakan tanaman membuatnya sedikit kebingugan pada awalnya. Berjalan melewati ramainya pasar -

    "Ayo! Beli tiga dapat satu ikan!" "Bibit tanaman diskon untuk pembelian pertama!"

    Namun, dari sekian banyak pedagang, gadis itu melihat seorang wanita parubaya dengan pot-pot tanah liat buatannya. Ia menghampiri pedagang itu, "Ini Ibu buat sendiri?" Tanya gadis itu, membungkukkan badan-nya untuk melihat lebih jelas, ada ukiran khas. "Ah. Anak muda.. kamu pendatang baru ya disini?" Orang-orang melihatnya seperti lukisan tua. "Sudah! Ambil saja yang kau mau... hehe. Panggil saja Ibu Lie." Gadis itu kebingungan saat memilih pot-pot untuk di bawah pulang. 

    Thuk. Gadis itu membawa pot dengan kaktus yang kehausan di tangan kecilnya. Menaruhnya di halaman belakang, ia baru menyadari, tidak ada tanah. "Bagaimana ini?" Lalu ia teringat dengan artikel yang ia baca di internet. "Tunggu, kaktus kan mudah di rawat! Apa susah-nya?" Gadis itu menatap tanaman itu; hijau dengan duri, memegangnya tidak akan membuatmu gila kan?

  "AH!"

    Darah mengalir dari ujung telunjuknya ke telapak tangannya "Sial.. duri itu menusukku." Ia menggigit bibirnya, menahan sakit saat melihat air terjun manis tersebut."Sepertinya aku harus pakai sarung tangan." 

                Tapi akankah duri-duri tersebut tetap menusuk kedalam ujuang jari-jariku?

    Keesokan harinya ia kembali ke pasar dan menemui Ibu Lie. "Astaga! Nona! Apa yang kau lakukan dengan jari lentik mu ini?" Tanya Ibu Lie dengan cemas saat melihat perban di jari-jari gadis itu. "Siapa yang menyuruhmu untuk menyentuh kaktus secara langsung?! Mereka bukan lembut! Mereka kasar dan kalau tidak hati-hati dapat menusukmu!"


    Huhh.. "Baik! Mari.. coba dengan sarung tangan." Gadis itu sudah sangat siap, siap memotong duri-duri tajam tersebut. "Akhirnya... sekarang aku bisa memegangmu." Perlahan namun pasti, dengan harapan yang ada, ia mecoba memegangnya sekali lagi dengan tangan kosong. Tidak begitu sakit. "Sayangnya kamu masih seukuran dengkul ku, mungkin kalau lebih tinggi aku bisa pelukmu saat tidur, maupun itu akan melukai diriku." Gadis itu pun mengambil beberapa detik untuk menatap kembali kaktus tersebut. "WAH! Sudah mulai tumbuh bunga!"


    Gadis itu yang kegirangan berlarian membawanya ke pasar untuk menunjukan bunga kecil tersebut. Atau itu yang ia rasakan, karena orang-orang di pasar melihat ke perban di tangannya yang terus menambah sesaat ia merwat kaktus tersebut.

                   Biarkan lah itu! Lihatlah kaktus ku yang ku jaga dengan baik ini!

    Hari-hari telah berlalu, tampangnya Ibu Lie tidak senang saat gadis itu kembali untuk sekian kali hanya untuk menceritakan romansa kaktusnya itu. Suatu sore, saat gadis itu mampir ke dagangan Ibu Lie, ia di berikan bibit bunga kertas, rawatlah, jagalah, mereka akan menyambutmu dengan baik, kamu mau yang ramai kan? Maka bawalah. Lalu gadis itu di tinggal kan sendiri, kebinungan. 


    Sesampainya di rumah ia memberi air ke kaktus tersebut, sudah ke 4 kalinya ia menyiraminya hari ini.  

                     Kenapa aku harus menanam bunga kertas? Mereka tidak akan mengganggu kan?

    Gadis itu menemukan dirinya menatap layar ponsel, mencari informasi bunga kertas yang ada di internet. Di halaman belakang terdengar tenang. Kaktus juga jarang berbicara, mereka individu yang tidak suka berbicara. Kamu tahu? Bunga kertas dapat tumbuh dan bermekaran lama di bandingkan kaktus. "Kenapa kau tidak tumbuh besar.. kau hanya bermerkaran bunga dalam kurun waktu beberapa jam dalam sehari. Kenapa kau tidak bisa seperti bunga matahari yang akan selalu mekar dan menghadap si penerang dunia?!" Omongan gadis itu keluar atas frustasi. "Apa aku selama ini yang salah dalam merawat mu?! Sekarang mereka meminta ku untuk menanam bunga kertas setelah melihat luka yang kau berikan. Aku.. tidak mengerti!!" Gadis itu terus menuangkan air sampai tidak sadar kalau ia telah berlebihan, dan membuat lantai berbatuan itu basah. "Aku sudah memberikanmu banyak air, oke?!"


    Gadis itu sungguh mencoba banyak cara agar kaktus tersebut bisa bertumbuh besar, penuh liuk-liuk liar dengan duri-duri tajam.Selagi ia mengurus bunga kertas di sekitar rumahnya, ia perlahan mulai menghiraukan romansanya dengan kaktus tersebut. Sampai dimana titik ia tidak merawatnya sama sekali dan menyimpannya jauh di belakang sana. Bunga kertas dirumahnya benar-benar membuat rumahnya indah, lebih bersuara, tiap bagi ia di banguni oleh berbagai warna yang memanggil nama gadis itu. 

Tapi jika kau menyimpan tomat di lemari, bau busuknya akan tertap tercium kan?

    Mengambil keputusan bukanlah hal yang mudah, terkadang kamu harus melewati sesuatu yang kamu takutkan di dalam hidup mu. Ini bukan tentang tajam sebuah duri, ini tentang apa yang kau buat. Membuka pintu, gadis itu di kejutkan dengan bagaimana kaktus itu berkembang & bermerkaran indah. Tubuh utamanya berliuk-liuk liar menyebabkan pot tanah liat itu retak, bunga indah bermekaran lebih berwarna dari apa yang ada di dalam, duri-duri panjang menandakan penantian yang selalu di nanti mengarah ke wajah gadis itu. Bagaimana bisa aku berkomukasi dengan tumbuhan? 


AKU HARUS JAWAB APA?


Begitulah kisahnya. Ini bukan sekedar cerita anak-anak. Kisah ini mengambil dari pengalaman teman-teman yang mengalami/di dalam hubungan/berada di tempat yang mereka tidak nyaman. Situasi yang mengarah kesalahpahaman dan saling tidak bisa saling memaafkan. Dengan ini saya berharap kita dapat mengidentifikasi mana hubungan (dalam bentuk apapun) yang sehat maupu tidak sehat.


- Penulis; ZhivanaAHA