Halo pembaca! Gimana, sudah baca berapa halaman hari ini? Tunngu.. Kamu baca pakai media apa tadi? Aku dengar kamu baca buku lewat ponselmu!
Ya, kamu pasti pernah melihat ataupun mendengar kata "Buku Digital" belakangan ini. Sesuatu yang aneh, buku namun di dalam layar elektronik. Eits! Ini adalah bukti bagaimana globalisasi memengaruhi pandangan masyarakat besar terhadap sesuatu kegiatan tertentu, permasalahannya kini ialah tardisi membaca lewat lembaran kertas mulai kurang di sukai. Lalu, bagaimana pendapatku mengenai permasalahan ini? Coba kita lihat!
Sebelumnya kenalin aku dulu yuk! Nama aku Zhivana, sekarang duduk di bangku kelas 3 SMP di SMPN 4 Tanggerang Selatan. Sudah 3 tahun belakangan ini aku mencoba untuk lebih sering membaca buku fisik daripada buku digital yang mengharsukanku untuk memakai kacamata. Koleksi komik jepang ku, ku beli dengan uang sisa saku ku. Nah, di kesempakatan kali ini aku mau berbagi pendapatku tenatang "Buku Fiksi atau Buku Digital" Dengan pembuatan blog ini, saya berharap dapat memahami 3 point;
1. Apa itu Buku Digital?
2. Perbedaan Buku Digital dan Buku Fisik
3. Perasaan yang saya rasakan mengenai hal ini.
1. Apa itu Buku Digital?
Adalah buku dalam format elektronik yang dapat dibaca menggunakan perangkat digital seperti smartphone, tablet, komputer, atau e-reader (seperti Kindle). Kontennya bisa berupa teks, gambar. Ngomongin Buku Digital, buat yang suka baca komik biasanya baca lewat website/aplikasi; Weebtoon, Kakaopage, Manga Plush by Shueisha. Namun, dengan banyaknya karya-karya yang di unggah di publik secara bebas, tidak menghindari seseorang untuk membuat situs ilegal tanpa izin resmi dari pembutannya.
2. Perbedaan Buku Digital dan Buku Fisik
Buku Digital : Lewat perantara elektronik, lebih ringan untuk dibawa kemana-mana, hanya menggunakan internet, membuat mata lelah (karena menatap layar yang cerah terus menerus)
Buku Fisik: Dapat di sentuh, memiliki berat dan susah di bawa kemana-mana, harganya bervariatif, biaya produksi lebih mahal karena di cetak dengan tinta yang disesuaikan dengan bahan kertasnya (biasanya bookpaper), tidak di sarankan untuk membaca dengan ruangan yang gelap
3. Perasaan yang saya rasakan mengenai hal ini.
Ini pendapatku, jadi kalau berbeda dengan mu, silahkan berbagi pendapat mu di bawah. 3 tahun yang lalu, tepatnya saat pandemi, aku sering sekali membaca komik lewat buku digital. Waktu itu aku penasaran dengan komik jepang yang saat itu banyak di bahas di internet, dikarenakan lockdown, aku akhirnya memilih untuk membacanya (komik) lewat digital. Kalau di bilang, dulu aku termasuk orang selalu mengikuti update mingguan dari komik jepang itu, ada saja yang ku nantikan di hari minggu pada masa itu. Namun di tahun 2022, aku merasa membaca buku digital lama-lama membuat ku pusing. Dan pada tahun itu juga aku suka menonotn Anime yang berjudul "Spy x Family" Kisah keseharian suatu keluarga di tengah perang dingin eropa dengan upaya saling menyembunyikan identitasnya masing-masing. Mengetahui kalau sudah ada terbitan Indonesia dari komik jepang tersebut, aku meminta bunda ku untuk membelinya sebagai hadiah karena puasa ku penuh pada saat itu. Sejak saat itulah aku mulai suka mengoleksi komik jepang. Aku juga mulai merawatnya, dengan menyampulnya dengan sampul plastik mika, lemari dengan udara, penempatan lemari yang jauh dari matahari.
Jadi, kesimpulanya, aku pernah dan sempat membaca buku lewat digital dalam kurun waktu cukup lama. Namun apa yang ku rasakan setelah memulai mengoleksi komik Jepang, tidak bisa ku utaratkan. Rasanaya dekat dengan penulis/mangaka dari buku yang kita baca.
Baik! Sudah selesai, inilah pendapat saya tenatng Buku Fisik atau Buku Digital.Oh ya, aku penggemar Tatsuki Fujimoto Sensei!!!!!!!!!!!!!!!!!!!








0 comments:
Posting Komentar